🥳 Cara Menghitung Power Amplifier Dengan Speaker
PenguatInverting dan Non Inverting 1 1. Tujuan 1. Mahasiswa mengetahui karakteristik rangkaian op-amp sebagai penguat inverting dan non inverting. 2. Mengamati fungsi kerja dari masing-masing penguat 3. Mahasiswa dapat menghitung penguatan dari masing-masing penguat 2. Dasar Teori Operasional Amplifier (Op-amp) sebagai Komparator
Kesimpulanmenentukan kaki basis,emitor dan kolektor dengan hail pengujian pada tabel sebagai berikut : Rangkaian Power Amplifier OCL 150 Watt ini adalah termasuk power amplifier yang memiliki daya tinggi. Rangkaian ini dapat digunakan untuk speaker yang berdaya tinggi juga yang lazimnya digunakan pada panggung-panggung yang memerlukan
ApakahAnda memiliki masalah dengan fasilitas atau teknologi layanan ibadah Anda? Yamaha ingin bermitra dengan Anda untuk menawarkan ide dan solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sebagai produsen alat musik, sistem tata suara, mesin dan komponen industri, dengan senang hati kami akan membantu memberdayakan dan membantu semua bentuk Rumah
CARAMENGUKUR ATAU MENGECEK DIODA. Cara Mengukur Dioda Denagn Multimeter Denagn Multimeter Analog : 1. Atur posisi saklar ke ohm x1k atau x100. 2. Hubungkan probe merah pada terminal kotoda (tanda gelang) 3..
Mixeraudio, power-amplifier dan speaker-speaker aktif besar tak ketinggalan menyertakan fasilitas ‘balance’ di panel input dan outputnya. Dengan cara seperti ini interferensi sinyal-sinyal liar dari luar yang menjadi sumber desis/desah (noise) dan dengung (hum) bisa tertangkis dengan baik.
Pengakuantulus dari: FATIMAH TKI, kerja di Singapura Saya mau mengucapkan terima ksih yg tidak terhingga, serta penghargaan & rasa kagum yg setinggi-tingginya kepada MBAH DEWA, saya sudah kerja sebagai TKI selama 5 tahun di Malaysia,dengan gaji lebih kurang 2.5jt/bln,tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,apalagi setiap bulan harus
Caramenghitung nilai resistor : a. Membaca Kode Warna Resistor Operational Amplifier atau lebih dikenal dengan istilah Op-Amp adalah salah satu dari bentuk IC Linear yang berfungsi sebagai Penguat Sinyal listrik. b. Potensiometer Rotary, yaitu Potensiometer yang nilai resistansinya dapat diatur dengan cara memutarkan Wiper-nya
Prinsipkerja dari LiDAR sebenarnya sangatlah sederhana. LiDAR melakukan penghitungan jarak dengan cara mengeluarkan sinar dari laser transmitter ke suatu permukaan, kemudian menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan sinar laser tersebut untuk kembali ke receptor. Analoginya sama seperti ketika Anda mengarahkan cahaya senter ke suatu permukaan.
PowerAmplifier Speaker Pasif Behringer NX1000D - 1000 Watt with DSP. Rp5.650.000. model, desain dan warna Power Amplifier 1000 Watt secara lengkap di Tokopedia. Oleh karena itu, anda tidak perlu repot - repot lagi mencari toko Power Amplifier 1000 Watt terdekat dari lokasi anda karena semuanya lengkap di Tokopedia! Karena banyaknya pilihan
PowerAmplifier adalah sebagai penguat akhir yang menerima signal dari LMS. Power Amplifier “menggerakkan” loudspeaker dengan tanggapan frekuensi tertentu sesuai settingan LMS. Main Speaker System. Sistem speaker utama yang ideal adalah terpisah antara speaker untuk meng-handle frekuensi rendah yang sering disebut sub-woofer dan speaker
PengertianPersonal Branding. Penjelasan Personal Branding Oleh Para Ahli. Manfaat Personal Branding. 1. Meningkatkan kredibilitas dan rasa percaya diri. 2. Membantu memperluas koneksi. 3. Menunjukkan dan mengembangkan kemampuan.
100Kumpulan Skema Power Amplifier Terbaik. 19 Juli 2022. Skema Power Amplifier – Pada dasarnya merakit power amplifier ini bisa dilakukan dengan mudah, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Merakit power amplifier 400 watt ini ada beberapa peralatan yang wajib dipersiapkan, salah satunya yaitu seperti modul maupun komponen yang
idIRkkj. Cara Menghitung dan Merencanakan sebuah Power Amplifier Rakitan Bagian2 C. Menentukan Kebutuhan Daya Amplifier dgn SPL Calculator Pada pembukaan bagian 1 sudah dibahas amplifier dan SPL, berikut saya sampaikan cara menghitung daya amplifier yang disesuaikan dengan kebutuhan kita. Agar mudah saya gunakan saja program SPL calculator yang umum di internet. Anda bisa kunjungi langsung website dibawah ini untuk menghitung SPL dan Kebutuhan daya amplifier anda. 1. 2. Table Ilustrasi SPL Program calculator SPL dari web tsb menggunakan rumus sebagai berikut dBW = Lreq – Lsens + 20 * Log D2/Dref + HR W = 10 pangkat dBW / 10 dimana Lreq = required SPL at listener nilai SPL yang diinginkan Lsens = loudspeaker sensitivity 1W/1M sensitivitas speaker D2 = loudspeaker-to-listener distance Jarak Speaker ke pendengar Dref = reference distance jarak referensi HR = desired amplifier headroom amplifier headroom yang dinginkan, dalam program diset 3dB dBW = ratio of power referenced to 1 watt rasio daya direferensikan ke 1 watt W = power required daya yang dibutuhkan Contoh Soal ; Saya ingin membuat sistem audio dirumah dengan jarak dengar 5m dari speaker dgn SPL 90db pada jarak tersebut. Dalam hal ini saya memiliki speaker dgn sensitivitas 90dB, maka berapa kebutuhan daya amplifier saya? Silahkan buka web diatas, dan masukan nilai2 tersebut kedalam form seperti dibawah ini. Listener Distance from source M Desired Level at Listener distance dBSPL Loudspeaker Sensitivity Rating 1W/1M dB Amplifier Headroom dB Required Amplifier Power watts Jawabannya adalah 50Watt Kesimpulannya 1. Untuk menghasilkan SPL yang cukup lihat gambar ilustrasi SPL dalam jarak 5m dengan speaker standar 90dB hanya dibutuhkan daya amplifier 50Watt 2. Dengan daya amplifier yang sama namun menggunakan speaker yang lebih baik, akan menghasilkan SPL yang jauh lebih besar dari pada menaikan daya. Dengan kata lain jika sensitivitas speaker anda 92dB, dan SPL pada jarak 5m tetap 90 dB, maka daya amplifier anda cukup dengan daya 31Watt saja. D. Menghitung Daya Amplifier Dipasaran banyak sekali kit amplifier jadi atau PCB saja dengan tulisan 150Watt, 500Watt, 2000Watt, dll. Apakah itu benar? Ya..bisa jadi, akan tetapi kebanyakan hanya tulisannya saja dengan tujuan untuk menarik pembeli terutama orang yang masih awam dengan elektronika. Ini tidak bisa disalahkan juga, karena pada dasarnya kit tersebut bisa saja kita setting sesuai dengan yang kita inginkan, terutama kit-kit yang masih berupa driver. Dalam hal ini kit yang sudah jadi pun bisa dimodifikasi sedemikian rupa sehingga sama dengan tulisannya asalkan mengikuti kaidah yang benar. Contoh Perhitungan Sebagai contoh, mari kita coba hitung berapa daya kit amplifier OCL 150Watt . Terlepas dari kualitasnya, kit PA ini saya jadikan contoh karena mudah sekali ditemukan ditoko-toko. Parameter yang tertera apada PA OCL 150Watt diatas adalah sbb; -Power Supply DC , 25V simetrik -Transistor final 2n3055 + Mj2955 – Impedansi Speaker 4-8 Ohm Kira-kira berapa maksimal daya efektif RMS dari amplifier ini sebelum cut off. Jika kita anggap semua komponen ideal maka daya maksimal amplifier tersebut dapat kita hitung sebagai berikut; Rumus; >>Jika amplifier diumpankan ke speaker 8 ohm, maka daya maksimal yang dapat diraih adalah; Vpeak ideal = V power supply, maka Vpeak= 25V maka daya max adalah 25×25 / 2×8 = 625/16 = 39,625 Wrms, kita bulatkan saja jadi 40Wrms >>Jika amplifier diumpankan ke speaker 4 ohm, maka daya maksimal yang dapat diraih adalah; 25×25/2×4 = 625/8 = kita bulatkan saja jadi 78Wrms. Daya diatas tentu saja perlu didukung oleh power supply yang sesuai dan sinyal input yang sesuai dengan gain yang dimiliki amplifier tsb. Dapat disimpulkan juga bahwa daya ini masih sangat jauh dengan tulisan daya 150Watt yang tertera pada kit tsb, yang mengklaim 150Watt perkanal. Ini akan masuk akal kalau tulisan 150Watt yang dimaksud adalah 75Watt+75Watt, atau 75Watt perkanal. Daya ini juga bisa dinaikan dengan menaikan tegangan power supply menjadi DC simtetrik 35V misalnya, akan tetapi mesti diperhatikan juga safe operating area SOA dari transistor final yang digunakan. SOA ini harus dihitung manakala modifikasi kita adalah untuk menaikan daya. Penambahan transistor final akan dibutuhkan untuk menjaga SOA tsb. E. Menghitung Kebutuhan Power Supply Untuk memenuhi kebutuhan daya amplifier ocl tsb maka minimal dibutuhkan daya power supply yang sama dengan daya amplifier agar amplifier bisa bekerja. Dalam hal ini daya power supply adalah tegangan dikalikan arus atau P = V xI. Kembali jika dikondisikan bahwa semua dalam posisi ideal, dan speaker yang digunakan adalah 8 0hm maka dapat dihitung sbb; 40Watt = 25V+25V x I atau I = 40/50 = 0,8A Perhitungan daya diatas belum memperhatian efisiensi penguat kelas AB, maka jika efisiensi penguat kelas AB adalah 75% dari power supply nilai efisiensi umum kelas AB, maka kebutuhan daya power supply adalah; 40Watt + 25% x40Watt = 40Watt + 10 Watt = 50Watt, maka arus trafo minimal adalah 50/50 = 1A Jika amplifier dibuat stereo maka kebutuhan power supply adalah 2x 1A = 2A Jadi untuk amplifier OCL stereo 2 X 40Watt pada speaker 8 Ohm, harus menggunakan PSU DC dengan tegangan Simetrik 25V dengan arus minimal 2A. Selanjutnya , jika amplifier diumpankan ke speaker 4 ohm dan dikehendaki daya maksimal 78Watt maka kebutuhan daya power supply adalah 78Watt +25%x78Watt = 78+19,5 = 97,5, maka minimal arus PSU adalah 97,5/50 = 1,95, dibulatkan = 2A Jadi untuk amplifier OCL stereo 2 x 78Watt pada speaker 4 ohm, harus menggunakan PSU DC dengan tegangan simetrik 25V dengan arus minimal 4A. Perhitungan ini dapat menjadi dasar kita untuk menentukan kebutuhan trafo yang akan digunakan untuk power supply nanti. F. Menentukan Komponen Power Supply Sesuai perhitungan diatas, agar amplifier dapat bekerja maksimal pada daya 2 x78Watt pada 4 ohm, maka dibutuhkan PSU DC simetrik 25V minimal dengan arus 4A atau power supply dengan daya 25×4= 200Watt. 1. Trafo Trafo yang digunakan tentu saja harus seseuai dengan kebutuhan diatas, yaitu minimal 4A. Dalam hal ini bisa digunakan trafo 5A CT 18V yang ada dipasaran. Tentu asumsinya trafo bagus yang terjamin kualitasnya. Tegangan 18V didapatkan dari 25/1,41 = 18V, karena tegangan AC 18V setelah disearahkan dan difilter akan naik sebesar 1,41 kali. 2. Dioda Berfungsi sebagai penyearah AC to DC. Rating Dioda bridge yang digunakan tentu saja harus lebih dari 5 A agar dapar bekerja dengan aman. 3. Kapasitor Electrolit /Elco Kapasitor berfungsi sebagai filter untuk menghilangkan ripple setelah penyearah. Besarnya kapasitor dapat dihitung berdasarkan seberapa besar tegangan ripple yang mau dihilangkan. Secara umum tegangan ripple yang masih bisa ditoleransi untuk power amplifier adalah 2-3Vptp C = I L / ΔV * k * 1,000 uF I L = Load current ΔV = peak-peak ripple voltage k = 6 for 120Hz or 7 for 100Hz ripple frequency. Karena listrik di Indonesia menggunakan frekuensi 50Hz, maka K adalah 7. Misalnya tegangan ripple yang diinginkan tdk lebih dari 2Vptp, maka nilai C1 dan C2 adalah; C = 4/2*7*1000uf = 14000uF. Dari hasil tersebut anda bisa memparelel 3 buah kapasitor/elco 4700uF masing2 untuk C1 dan C2. Jangan lupa juga rating tegangan kapasitor yang dipakai harus diatas 25V, atau sesuai dengan yang ada dipasaran yaitu 35V. Hasil diatas juga bisa jadi patokan untuk menentukan besarnya kapasitas elco , secara sederhana untuk tiap 1 Ampere dibutuhkan kapasitor sebesar 3300uF. Rancangan PSU ini masih memiliki kekurangan yaitu pada saat power supply mendapat beban penuh tegangan keluaran biasanya akan turun beberapa volt, hal ini sedikit banyak dapat mengganggu kinerja amplifier dan menurunkan daya output. Ini dipengaruhi juga oleh kualitas kapasitor yang digunakan, semakin besar kapasitasnya semakin baik. Pilihan lainnya adalah menggunakan PSU dengan regulator, namun tentunya akan menambah biaya lagi. G. Amplifier Headroom. Pada perhitungan sebelumnya ada istillah headroom. Terminologi ini berasal dari dunia otomotif sebenarnya, akan tetapi juga prinsipnya digunakan didunia elektronik. Amplifier headroom adalah level aman operasional sebuah amplifier sebelum amplifier mengalami cliping, misalkan kita ingin mengoperasikan sebuah amplifier dengan daya 100Watt terus menerus, maka amplifier yang digunakan sebaiknya memiliki rating diatas 100Watt, misalnya 150Watt. Headroom ini sangat penting agar pada saat amplifier dioperasikan 100Watt terus menerus, amplifier dapat bekerja dengan normal tanpa gangguan. Perhitungan headroom biasanya diaplikasikan pada sound sistem saat konser atau live musik, dimana perangkat power amplifier akan beroperasi dengan beban yang berat. salam Audiobbm Literatur
Cara mengetahui daya soundsistem lapangan Selamat datang di blog kali ini saya sedikit akan membahas bagaimana cara melihat daya watt pada power soundsistem yang para pengusaha rental soundsistem seperti kita ketahui tidak terlalu susah dalam melihat daya watt yang kita pakai untuk soundsistem terutama dalam menentukan boaya sewa dengan daya watt yang akan kita sajikan. Biasanya para rental soundsistem menentukan bajet sewa soundsistem dari daya power amplifier, minimal untuk subwoofer diambil dari 1/3 sampai 1/2 daya watt keselurah power. Contohnya jika power daya power amplifier anda sebesar 2000x3 maka total keseluruhanya iyalah 6000watt. Dan sedangkan 1/3dari daya itu iyalah 2000watt. Naahh nilai inilah yang akan kita gunakan untuk mengangkat 1/2nya yaitu sebesar 3000watt. Tapi di sini saya tidak akan membahas teravo pada power,saya anggap bagi para sound enginer pasti sudah tau spek pada power saya bicarakan disini yaitu daya yang tertulis oleh power pabrikan, yang memang sudah ada spesifikasinya seperti PMPO atau yang untuk memastikan daya watt yang kekuar pada power akan saya jelaskan nati dibawah. Karna didunia soundsistem sudah memiliki spesifikasi dan harga saja untuk daya 5000 watt biasanya di harga sewa sebesar rupiah Tetapi ketika ada salah satu konsumen menanyakan seperti ini. Konsumen bagaimana saya melihat daya soundsistem anda kalau itu memang 5000watt Disini kadang kita binggung nagaimana cara untuk membuktikan kepada konsumen bahwasanya sound kita berdaya 5000watt? Jika kita hanya membuktikan dari daya watt power yang kita miliki maka bisa jadi bukti.".yaaaaa" bisa aja kalau kita pakai power 5000watt tapi yang kita gunakan hanya dua buah speaker..apa itu sound membuktikan dan melihat daya watt atau kapasitas suatu sound sistem yg keluar maka diperlukan alat yang mahal.. Tapi bisa juga mengunakan multitester bagaimana caranya? watt power adalah daya maksimal yang di keluarkan power, maksudnya yaitu power tersebut hanya mampu mengeluarkan daya watt power tersebutDAYA MAKSIMAL, tidak boleh lebih, jika power sudah mengeluarkan daya maksimal dan volume atau nada lain tetap di tambah yang akan terjadi suaranya rusak pecah/ brek - brek, itulah yang di maksud watt pada power amplifier. LANGKAH-LANGKAH. -sambung speaker dengan power. -bunyikan power suara maksimaljangan sampai suara pecah. -putar multi tester ke AC 250 untuk power lapangan. -ukur voltase maxsimal pada speaker menggunakan multi tester. -catat voltase maksimal dari hasil pengukuran & impedansi speaker=> jika 1spker=8ohm, 2spker=4ohm. CARA PENGUKURAN. RUMUS voltase max^2/2 x impedansi speaker = watt power. contoh 1 voltase max= 100volt. menggunakan 2speaker= di parallel Cara menghitungnya seperti dibawah ini Ambil kalkulator biar gampang menghitungnya 100^2/2x4=10000/8 = 1250watt. hasil akhir 1250watt4ohm contoh 2 Misalnya voltase max= 80volt. menggunakan 1speaker= 8ohm. 80^2/2x8= 6400/16 = 400watt. hasil akhir 400watt8ohm. Catat dan jumlahkan semua daya keluar pada power yang menuju speaker Naaah itulah bukti yang bisa anda tunjukan kepada konsumen supaya tidak dibilang bohong. Ada lagi cara yang sederhana cara melihat daya watt soundsistem yang mudah yaitu mengunakan volt meter anda pasti tau amper meter dan jika anda tidak tau alatnya bisa cari di google, caranya tingal sambungkan saja sptapol dan disitu nanti tampak hasil dari volt tersebut, caranya nilai yg tertera di amper meter dan kalikan dengan 220volt Mingkin itu saja yang dapat saya bagi kepada ada salah munhkin bisa di koreksi di komentar semua
Cara Menghitung dan Merencanakan sebuah Power Amplifier Rakitan Pada dasarnya diperlukan pengetahuan elektronika yang cukup untuk mendesain sebuah amplifier yang baik, namun disini saya katakan tidak mendesain akan tetapi hanya menjelaskan cara menghitung dan merencanakan amplifier rakitan untuk keperluan anda. Dalam hal ini bisa untuk keperluan dirumah, studio maupun diluar ruangan. A. Amplifier dan SPL Sebagian besar dari kita mungkin masih berpikir bahwa jika kita memiliki penguat yang menghasilkan output daya 50 watt ke speaker 8-ohm, akan menghasilkan suara cukup bersih dan musik keras, maka dengan menggandakan power amplifier menjadi 100 watt , sistem kemudian akan bermain dua kali lebih keras. Banyak orang mungkin masih percaya itu, tapi kenyataannya tidak begitu!! Meskipun bukan hal yang mudah untuk dipahami, menggandakan power amplifier tidaklah menghasilkan dua kali lipat kenyaringan. Dalam contoh di atas, suara dari speaker tidak akan “dua kali lebih keras”, hanya akan menjadi “sedikit lebih keras,” . Faktanya meningkatkan daya dari 50Watt ke 100Watt hanya akan meningkatkan SPL sound pressure level sebesar 3dB desibel. Tes pendengaran dengan kelompok besar orang telah mengungkapkan bahwa satu-decibel 1 dB perubahan dalam kenyaringan kira-kira hanya terdengar oleh sebagian kecil pendengar yang dapat mendeteksi itu, sehingga peningkatan dari 3 dB dari 50Watt ke 100Watt sebagian besar pendengar hanya mengatakan sedikit lebih keras. Kenapa bisa begitu?? Karena perhitungan untuk SPL adalah bersifat logaritmik. Untuk menghasilkan suara sampai dua kali lipat dari 50Watt , maka anda memerlukan amplifier 10X lebih besar atau sebesar 500Watt. Sebuah pemborosan daya yang besar jika penguat 500Watt hanya digunakan didalam rumah. Jadi sebelum memutuskan merakit amplifier perkirakan untuk apa kebutuhan kita. Untuk Keperluan dirumah secara umum penguat 50Wrms sudah sangat layak. Memperkuat daya sampai 100 atau 150Watt tdk akan berbeda jauh hasilnya. Karena itu untuk dirumah sebaiknya anda lebih mengutamakan speaker yang baik ratio power to SPL lebih baik atau bersensitifitas tinggi dari pada menambah daya power amplifier anda. Para audiophile bahkan keranjingan dengan amplifier tabung single ended yang cuma 5Watt dari pada pushpull 10Watt misalnya, karena memang hasil SPL nya tidak akan jauh berbeda dan menurut mereka single ended terdengar lebih mempesona dibandingkan pushpull, tentunya dengan menggunakan speaker yang sensitif. B. Memilih Speaker Berikut parameter untuk memilih dan menentukan speaker sesuai kebutuhan. Frekuensi Speaker merupakan kunci dari sebuah sistem audio, baik dirumah, studio, maupun diluar ruangan, speakerlah yang paling menentukan kualitas sound sistem anda, karena speaker adalah akhir dari sistem yang menuju telinga anda. Pada dasarnya amplifier didesain sebagai penguat dengan respon yang flat disegala freakuensi dari 20 sd 20Khz, namun speaker memiliki keterbatasan terhadap respon frekuensi tersebut. Karena itu para perancang audio bekerja keras untuk mendapatkan respon yang flat dari speaker. Untuk memenuhi itu maka digunakan speaker Woofer untuk merespon frekuensi rendah, middle untuk respon menengah dan tweeter untuk frekuensi tinggi. Selain itu masih diperlukan filter agar energi bisa tersebar dengan efektif dimasing-masing speaker tersebut, maka dibuatlah rangkaian crossover. Untuk respon terbaik maka jenis speaker harus ada minimal 3 jenis tsb dan crossover yang baik untuk mendukungnya. Masih berhubungan dengan SPL, dalam hal ini speaker yang baik adalah speaker yang mampu mereproduksi daya amplifier dengan sebaik mungkin tanpa rugi atau loss yang besar, karena itu dengan daya amplifier yang sama, speaker yang baik akan menghasilkan nilai SPL yang lebih besar dibandingkan speaker biasa. Biasanya sensitivitas dinilai dengan satuan dB sama seperti spl dan gain. Makin sensitif makin baik, dan makin mahal, biasanya 90 dB keatas. Namun tdk usah khawatir bagi anda yang mau belajar dan mencoba membuat sendiri dgn dana terbatas, karena pilihan speaker dari produsen lokal yang ada saat ini sdh cukup baik dan harganya cukup terjangkau. Speaker Diberbagai forum saya sering membaca bahwa masih ada orang yg salah persepsi tentang daya speaker ini. Ada yang mengatakan bahwa “untuk ngangkat speaker 500Watt, harus dikasih power amplifier 500Watt”. Ini tentunya sebuah kesalahan yang cukup mendasar, karena yang tercantum pada speaker adalah rating maksimal atau kemampuan maksimal dari speaker itu pada saat diumpankan ke amplifier. Jadi tidak masalah kalau anda umpankan speaker 500Watt pada power amplifier 20Watt sekalipun. Yang jadi masalah adalah kalau speaker kecil dihubungkan dengan amplifier besar, jika sdh melewati rating yang tertera dibadannya speaker akan berasap/jebol. Saran saya jika merencanakan ingin membuat amplifier 60Watt misalnya, maka pilihan speakernya 100Watt keatas agar aman digunakan, dan sistem anda dapat dipacu sampai batas kemampuannya. 4. Impedansi Impedansi Zspeaker adalah tahanan sebuah speaker terhadap signal audio, dalam hal ini berbeda dengan tahanan pada resistor. Nilai impedansi akan menentukan daya output dari amplifier, semakin kecil impedansi semakin besar daya yang keluar dari amplifier. Penjelasan selanjutnya akan membahas perhitungan daya yang berhubungan dengan impedansi ini. 5. Kotak Speaker Kotak speaker juga merupakan hal krusial dan sangat menentukan kualitas sistem anda. Terutama untuk frekuensi-frekuensi rendah, kotak ini merupakan kunci utama keberhasilan dalam merancang sebuah sound sistem. Saya tidak akan membahas ini terlalu jauh, karena akan menjadi pembahasan yang sangat panjang, karena desain untuk kotak ini sangat beragam, dan masing2 memiliki karakter tersendiri. Kalau untuk dirumah, cukuplah desain konvensional yang umum dengan model memanjang. Untuk yang mau mencoba membuat sendiri bisa membaca tentang desain kotak speaker ini dari berbagai sumber yang banyak tersebar diinternet. Untuk kita yang kurang ahli dalam perkayuan bolehlah kita pesan dengan pembuat kotak speaker yang berpengalaman. Berikut salah satu website untuk acuan jika ingin membuat kotak sendiri; bersambung ke Daftar Pustaka
cara menghitung power amplifier dengan speaker